Februari 2013 - senkom tangerang
Headlines News :

Diklat Jurnalistik Konflik dan Kebencanaan

Written By senkom tangerang on Senin, 25 Februari 2013 | 04.28

Diklat Jurnalistik Konflik dan Kebencanaan yang diadakan pengurus pusat Senkom Mitra Polri di Taman Wisata Permata Buana Sawangan Depok (23/2/2013) secara resmi dibuka oleh Dirjen Binmas atas nama Kabaharkam Mabes Polri Komjen Drs.Oegroseno, SH.

Diklat yang dikuti oleh 200 peserta dari utusan tiap kab se Jabodetabekser salah satu peserta dari Senkom Kabupaten Tanngerang kegiatan tersebut merupakan kerjasama  Senkom Mitra Polri dengan Mabes Polri, Mabes TNI, Depdagri, Menkominfo, BNPB, KNPI, dalam rangka memperhebat inisiatif dan partisipatif Senkom Mitra Polri dalam deteksi dini konflik dan kebencanaan demi terwujudnya kamtibmas dan kewaspadaan nasional.

Peserta yang mengikuti diklat ini dibekali ilmu jurnalistik, agar disaat sebelum terjadi konflik atau bencana anggota Senkom selain bertugas melaksanakan kamtibmas atau rescue dengan mendata secara akurat setiap detail kejadian yang sesungguhnya di lapangan untuk selanjutnya data tersebut diperlukan dalam tindakan yang perlu dilakukan instansi terkait.
Perkembangan lingkungan strategi, baik global, regional maupun nasional saat ini berpengaruh pada langsung atau tidak langsung terhadap situasi keamanan, seperti konflik yang disebabkan masalah sara, politik, ekonomi maupun sosial.
Dalam menanggulangi berbagai konflik tersebut, tugas Polri semakin berat, maka sesuai dengan grand strategis Polri yang kedua yaitu partnership building, membangun dengan menempatkan masyarakat sebagai mitra sejajar Polri dalam melaksanakan tugas dan fungsi kepolisian.
Salah satu faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi keberhasilan penanganan konflik maupun bencana adalah lambatnya informasi dan kurang efektifnya deteksi dini yang dilakukan petugas di lapangan karena belum bisa memberikan kecepatan informasi secara dini secara maksimal.





Peserta diklat ini diharapkan memahami pentingnya kemampuan deteksi dini dan penyampaian informasi dengan baik, kata Kabaharkam dalam sambutan tertulisnya.

Dengan demikian Senkom bisa menjadi lembaga yang handal dan profesional dalam membantu mewujudkan keamanan dan ketertiban nasional, lanjutnya.

Selain dari nara sumber instansi pemerintahan, juga menghadirkan narasumber langsung dari media Selain dari nara sumber instansi pemerintahan, juga menghadirkan narasumber langsung dari media seperti RRI, Metro TV, Wide Shot, Warta Kota, Republika dan Tabloid Lugas.

Senkom Mitra Polri - Pilkada Jabar

Written By senkom tangerang on Rabu, 20 Februari 2013 | 06.58

Apel Senkom Mitra Polri Provinsi Jabar di Mapolda Jabar dalam rangka partisipasi pengamanan Pilkada Jabar 2013

Polda Jawa Barat bekerja sama dengan unsur masyarakat untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada Jawa Barat yang puncaknya tanggal 24 Februari besok.
Dua pihak yang bekerja sama seperti Sentra Komunikasi atau Senkom mitra polri dengan Badan Pembina Potensi Keluarga Besar Banten.

Hal itu mengemuka dalam apel besar yang diselenggarakan di halaman Mapolda Jabar, Rabu (20/2/2013). Sebanyak 2.000 peserta dari Senkom maupun BPPKB Banten mengikuti apel yang dipimpin oleh Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Tubagus Anis Angkawijaya.

"Masyarakat bakal dilibatkan dalam pengamanan Pilkada bersama 21.000 personel kepolisian," kata Tubagus.

Hanya saja, dia menegaskan bahwa kerja sama itu tidak berarti mengganti tugas pengamanan pilkada oleh masyarakat. Polisi tetap bertanggung jawab dalam mengamankan tempat pemungutan suara.

Pengamanan masyarakat, lanjut Tubagus, akan difokuskan pada pos kepolisian masyarakat. Diharapkan kerja sama ini bisa membangun suasana aman dan kondusif dalam Pilkada Jabar.

Sekretaris Jenderal DPD BPPKB Jabar, Tb Enung mengklaim bahwa mereka punya anggota hingga 1,5 juta orang. Semuanya akan diturunkan untuk membantu pengamanan Pilkada Jabar

Tarif Resmi Pembuatan SIM, STNK dan Pelat Nomor

Written By senkom tangerang on Selasa, 19 Februari 2013 | 06.36


Tarif Resmi Pembuatan SIM, STNK dan Pelat Nomor

Tarif ini berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 50 Tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia

Berikut tarif resminya

I PENERBITAN SIM

A. Penerbitan SIM A
1. Baru Per Penerbitan Rp 120.000
2. Perpanjangan Per Penerbitan Rp 80.000

B. Penerbitan SIM B
1. Baru Per Penerbitan Rp 120.000
2. Perpanjangan Per Penerbitan Rp 80.000

C. Penerbitan SIM B II
1. Baru Per Penerbitan Rp 120.000
2. Perpanjangan Per Penerbitan Rp 80.000

D. Penerbitan SIM C
1. Baru Per Penerbitan Rp 100.000
2. Perpanjangan Per Penerbitan Rp 75.000

E. Penerbitan SIM D (khusus penyandang cacat)
1. Baru Per Penerbitan Rp 50.000
2. Perpanjangan Per Penerbitan Rp 30.000

F. Pembuatan SIM Internasional
1. Baru Per Penerbitan Rp 250.000
2. Perpanjangan Per Penerbitan Rp 225.000

II Pelayanan ujian keterampilan mengemudi melalui simulator

Per Ujian Rp 50.000

III Penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)
A. Kendaraan bermotor roda 2, roda 3, atau angkutan umum Per Penerbitan Rp 50.000
B. Kendaraan bermotor roda 4 atau lebih Per Penerbitan Rp 75.000
C. Pengesahan Surat Tana Nomor Kendaraan (STNK) per pengesahan/Tahun Rp 0

IV Penerbitan Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK)

Per penerbitan/kendaraan Rp 25.000

V Penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB)

A. Kendaraan bermotor roda 2 atau roda 3 per Pasang Rp 30.000
B. Kendaraan bermotor roda 4 atau lebih Per Pasang Rp 50.000

VI. Penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB)
A. Kendaraan bermotor roda 2 atau roda 3
1. Baru Per Penerbitan Rp 80.000
2. Ganti Kepemilikan Per Penerbitan Rp 80.000

B. Kendaraan Bermotor roda 4 atau lebih
1. Baru Per Penerbitan Rp 100.000
2. Ganti Kepemilikan Per Penerbitan Rp 100.000

VII Penerbitan Surat Mutasi Kendaraan ke luar daerah

Per Penerbitan Rp 75.000


Bpk Jendral (Purn) TNI Faisal Tanjung

Written By senkom tangerang on Senin, 18 Februari 2013 | 16.38


Segenap Pengurus & anggota Senkom Mitra Polri Kabupaten Tangerang mengucapkan Belasungkawa yang sebesar-besarnya atas Wafatnya Bpk Jendral (Purn) TNI Feisal Tanjung. yang Wafat pada hari Senin (18/2) pukul 06.26 WIB di Rumah Sakit Siloam.

Semoga Amal kebaikan Almarhum selama hidupnya diterima Allah SWT dan ditempatkan ditempat yang terbaik di sisiNya. Dan keluarga yang ditinggalkan berikan kesabaran Amiin

SENKOM RESCUE

Written By senkom tangerang on Sabtu, 16 Februari 2013 | 19.17


lokasi rawan banjir di lima kecamatan di wilayah Jakarta Timur. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mendirikan posko penanggulangan bencana banjir untuk menangani banjir di lokasi-lokasi tersebut. Berdasarkan data Posko Penanggulangan Bencana Banjir Jakarta Timur, lokasi rawan banjir di Kecamatan Jatinegara terdapat di Kampung Melayu, Bidara Cina I, Bidara Cina II, dan Bidara Cina III. Di Kecamatan Kramatjati, banjir biasa terjadi di Cawang, Cililitan, Kramat Jati I, dan Kramat Jati II. Sementara itu, di Kecamatan Makasar, banjir kerap melanda Cipinang Melayu. Demikian pula di Kalisari dan Pekayon di Kecamatan Pasar Rebo. Adapun di Kecamatan Ciracas, lokasi rawan banjir terdapat di Kampung Rambutan dan Cibubur. Sebagai langkah antisipasi musibah banjir, Kantor Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur di Jalan Matraman Raya telah diubah menjadi Posko Penanggulangan Bencana Banjir. "Posko ini didirikan untuk menangani 17 titik daerah rawan banjir yang berada di kawasan tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati di Jakarta,kantor Sudinkes Jakarta Timur memang diproyeksikan untuk menjadi lokasi evakuasi korban banjir dan distribusi bantuan logistik untuk warga yang bertahan di rumahnya. Posko tersebut berisi dapur umum, posko kesehatan dan penyediaan air bersih

KETENTUAN DAN PERSYARATAN PENERIMAAN BRIGADIR POLISI T.A. 2013

Written By senkom tangerang on Rabu, 13 Februari 2013 | 04.40

http://4.bp.blogspot.com/_gGxELfWCWjY/Saduc90bQkI/AAAAAAAAAAM/UjhFwWNgqcY/s400/TRI+BRATA.gif

1. Ketentuan penerimaan
a. Para caloln harus memberikan keterangan yang sebenarnya (bukan keterangan palsu dan/atau tidak benar) dalam rangka penerimaan Brigadir Polisi;
b. Para calon harus mengikuti dan melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan setiap tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh dan tidak KKN (hindari masalah suap dan sponsor),
yang justru akan merugikan calon;
c. Dalam rangka pelaksanaan seleksi penerimaan Brigadir Polisi, tidak dipungut biaya;
d. Sebelum diangkat sebagai anggota Polri, calon yang telah lulus seleksi penerimaan dan
telah lulus pendidikan pembentukan Brigadir Polisi wajib mengucapkan sumpah atau
janji menurut agama dan kepercayaannya;

2. Persyaratan umum

a. Warga Negara Indonesia;
b. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
c. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
d. Pendidikan paling rendah SMU atau yang sederajat;
e. Berumur paling rendah 18 tahun (pada saat dilantik menjadi anggota Polri);
f. Sehat jasmani dan rohani (surat keterangan sehat dari institusi kesehatan);
g. Tidak pernah dipidana karena melalukan suatu kejahatan (surat keterangan dari Polres setempat berupa SKCK);
h. Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela; dan
i. Lulus pendidikan dan pelatihan pembentukan anggota Kepolisian.

3. Persyaratan lain
a. Berijazah serendah-rendahnya SMU/Madrasah Aliyah jurusan IPA/IPS atau SMK yang
sesuai dengan kompetensi tugas pokok Polri (kecuali Tata Busana dan Tata Kecantikan) dengan Nilai Akhir (gabungan nilai UN dan nilai sekolah) minimal 6,5;
b. Umur pada saat pembukaan pendidikan pembentukan Brigadir Polisi T.A 2013, minimal
17 (tujuh belas) tahun 5 (lima) bulan dan maksimal 21 tahun;
c. Tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku):
1) Pria : 163 (seratus enam puluh lima) cm;
2) Wanita : 160 (seratus enam puluh) cm;
d. Belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama dalam pendidikan Brigadir
Polisi, ditambah 2 (dua) tahun setelah lulus;
e. Bersedia menjalani ikatan dinas minimal selama 10 (sepuluh) tahun, terhitung mulai saat diangkat menjadi Bripda;
f. Memperoleh persetujuan dari orang tua/wali bagi yang belum berusia 21 (dua puluh satu) tahun (bukan paksaan orang tua);
g. Tidak terikat Perjanjian Ikatan Dinas dengan instansi lain;
h. Pada saat mendaftar telah berdomisili di wilayah Polda tempat pendaftaran minimal 1 (satu) tahun, yang dibuktikan dengan KTP atau Surat Keterangan dari Kepala Desa/Kelurahan setempat dan KK atau ijazah/STTB/rapor terakhir;
i. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bersedia ditugaskan pada fungsi PHH Brimob dan Dalmas Sabhara Polri;
j. Mengikuti dan lulus pemeriksaan/pengujian dengan sistem gugur, yang meliputi materi dan urutan kegiatan sebagai berikut:
1) Pemeriksaan administrasi awal;
2) Pemeriksaan kesehatan tahap I;
3) Pemeriksaan dan pengujian psikologis;
4) Pemeriksaan kesehatan tahap II (termasuk Keswa);
5) Pengujian kesamaptaan jasmani;
6) Pemeriksaan administrasi akhir;
7) Pengujian akademik, yang meliputi:
a) Pengetahuan umum (materinya meliputi soal Undang-Undang Kepolisian, HAM, muatan lokal dan MIPA seperti teori/perhitungan fisika, kimia, dan matematika);
b) Bahasa Indonesia;
c) Bahasa Inggris;
8) Sidang terbuka penentuan kelulusan akhir.

Polisi Tangkap Pengecer

http://1.bp.blogspot.com/-Bafy1vp8qs4/UC0IGcEcaRI/AAAAAAAAAzE/dvPdwlLOEG4/s1600/jenis-uang-kertas.jpg
Judi Togel masih marak di Tangerang, karenanya Polresta Tangerang baru mampu menciduk delapan pengecernya.  Sedangkan Bandarnya masih bebas bernafas lega.

"Kedelapan orang ini adalah pengecer yang selalu berhubungan dengan pengepul. Kemudian oleh pengepul di serahkan ke Bandar," kata Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Bambang Priyo Andogo, Senin (11/2).


Ditanya kenapa yang ditangkap dalam operasi berantas tersebut  hanya pengecernya. Sedangkan pengepul atau bandarnya tidak,

Kapolresta Tangerang  mengatakan,  karena hubungan diantara mereka tidak saling mengenal.
"Karena jaringan ini seperti mata rantai yang terputus, sulit kita untuk dapat menangkapya," kilah Kapolresta.

Adapun barang bukti yang disita petugas dari delapan orang pengecer judi Togel itu adalah, delapan unit ponsel berbagai merk, uang tunai Rp 1,3 juta, 1 unit  kalkulator, buku rekap, buku tafsir mimpi, dan beberapa lembar kupon togel.


"Judi Togel yang diedarkan kelompok ini masih manual dan menggunakan kupon, belum
online," kata Kapolres sembari menambahkan kedelapan orang itu di ciduk di wilayah Pondok Aren, Sepatan dan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.   

Sebelumnya, petugas Polres Metropolitan Tangerang juga menangkap Kim Guan alias Erik,35, bandar judi yang beromzet ratusan juta rupiah/bulan di  rumahnya, Jalan Sukarasa 2, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten.


Dalam penangkapan itu, petugas juga mengamankan  EK yang bertindak sebagai kaki kanan Erik,  dengan  barang bukti berupa tiga unit ponsel selular dan  17 lembar kertas rekapan yang sudah dijual atau diedarkan dengan nilai Rp 12,6 juta.


"Kasus ini terus kami kembangkan, karena bandar judi togel di sini merupakan pemain lama di daerah ini," kata Kasat Reskrim Polrestro Tangerang, Ajun Komisaris Besar, Suharyanto.


Berdasarkan data dilapangan, bandar-bandar judi yang maih beroperasi di Tangerang, diantaranya JM, TG, AH, Her, AN dan MM


SUMBER :  tangerangnews.com

PERSYARATAN SIM INTERNASIONAL

Written By senkom tangerang on Selasa, 12 Februari 2013 | 16.22



Persyaratan pembuatan SIM Intenasional baru, harap dibawa:
1. KTP asli & Foto copy (1 LEMBAR). Utk WNA, bawa KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap) asli & Foto copy, 1 LEMBAR (KITAS tidak dilayani)
2. SIM Nasional asli yang masih berlaku & Foto copy (1 LEMBAR).
3. Passport asli yang masih berlaku & Foto copy (1 LEMBAR)
4. Pas Foto berwarna terbaru ukuran 4×6 warna latar belakang Foto biru (untuk Pria berdasi & Wanita menggunakan Blazer) (4 LEMBAR)
5. Materai Rp 6.000,- terbaru (1 LEMBAR)
6. Berdasarkan PP 50 Tahun 2010, Pembuatan SIM Internasional Baru : Rp. 250.000,-. Perpanjangan SIM Internasional : Rp. 225.000,-
7. Bagi WNA Staff kedutaan wajib disertakan KITAP atau KTP atau ID Korps Diplomatik seta melampirkan surat rekomendasi dari kedutaan.

Informasi:
1. WNA yang ingin mengendarai kendaraan di Indonesia cukup membuat SIM nasional Indonesia di Satpas Polda setempat.
2. Pemohon wajib hadir untuk mengisi formulir pendaftaran, tanda tangan, foto, dan sidik jari untuk database Polri. TIDAK DAPAT DIWAKILKAN.
3. Persyaratan pemohon SIM internasional WAJIB LENGKAP demi kelancaran proses pembuatan SIM internasional (+/- 15 menit atau langsung jadi).
4. Persyaratan PERPANJANGAN SIM internasional SAMA DENGAN BUAT BARU, dengan membawa SIM internasional yang lama.
5. Masa berlaku SIM internasional selama 1 (satu) tahun terhitung dari tanggal pembuatannya.
6. Lokasi pembuatan: Korlantas Polri Jl. MT Haryono Kav 37-38, Jakarta 12770
7. Pelayanan SIM Internasional buka dari Senin-Jumat dari jam 08.30-15.00 WIB. Libur untuk hari Sabtu-Minggu dan hari-hari besar lainnya.
8. Untuk Informasi lebih jelas silahkan menghubungi Telp: 021-500669 atau SMS : 9119

Badan SAR Nasional


Deputi Bidang Potensi SAR Marsekal Pertama TNI Sunarbowo Sandi, M.Sc dan  Deputi Bidang Operasi SAR Brigadir Jenderal TNI Sumartono, SE resmi  dilantik, Rabu (30/01/2013). Keduanya menggantikan pejabat sebelumnya  yang telah memasuki purna tugas, yakni mantan Deputi Bidang Potensi SAR  Marsekal Muda TNI (Purn) Sukarto dan mantan Deputi Operasi SAR Mayjen  TNI (Purn) Hadi Lukmono.  Pelantikan berlangsung di Ruang Serba Guna  Lantai 12 Gedung Basarnas. Beberapa pejabat dari instansi terkait turut  hadir dalam pelantikan tersebut, diantaranya BNPB, Aspers Kasau,Aspers  Kasad, Aspers TNI, serta para pejabat eselon I di Kementerian  Perhubungan. Upacara pelantikan dipimpin Kepala Basarnas Letjen TNI  (Mar) M. Alfan Baharudin. Di tempat dan waktu yang sama, Kepala Basarnas juga melantik 14 pejabat  baru eselon III, IV, dan V di Lingkungan Basarnas. Beberapa diantaranya  merupakan pejabat Kantor Pusat Basarnas, dan yang lainnya adalah pejabat  di unit kerja Kantor SAR. Berikut nama pejabat eselon III, IV, dan V  Basarnas yang baru dilantik:  Kepala Basarnas Letjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin.

Perampok SPBU Tangerang

Written By senkom tangerang on Jumat, 08 Februari 2013 | 20.44

http://2.bp.blogspot.com/-2E3W4QXsXWo/UI98aaeh5SI/AAAAAAAAIJI/opQyu-7pyi4/s1600/SPBU.jpg 
Aparat Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Polres Tangerang, membekuk enam buronan komplotan pencurian dengan kekerasan. Para tersangka merupakan perampok hasil uang penjualan bahan bakar di SPBU Batu Ceper, Tangerang, pada 18 Desember 2011 lalu.

"Tim Resmob telah menangkap dua tersangka kasus pencurian dengan kekerasan uang hasil penjualan SPBU di Batu Ceper Tangerang. Sedangkan, empat tersangka lainnya ditangkap Polres Tangerang," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (7/2).

Dikatakan Rikwanto, para tersangka atas nama Herry Yuliana, Ridwan Sitorus (Resmob Polda), Roni, Bajai, Wadi, dan Naryo (Polres Tangerang). Sedangkan barang bukti yang disita dari Herry dan Ridwan berupa, satu buah golok, pisau belati dan pisau dapur.

"Saat menjalankan aksinya, para pelaku ini tak segan-segan melukai korbannya," tambahnya.

Rikwanto menuturkan, berdasarkan laporan polisi nomor K/76/XII/2012/SPK serta melakukan penyelidikan yang panjang, anggota Resmob akhirnya menemukan titik terang keberadaan salah satu pelaku Herry dan melakukan penangkapan, di Tanah Tinggi, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (5/2).

"Berdasarkan hasil interograsi, Herry mengaku melakukan kejahatan bersama Ridwan yang juga tertangkap di lokasi yang sama," bilangnya.

Rikwanto menjelaskan, sebelum menjalankan aksinya, para tersangka lebih dulu mengamati kegiatan penyetoran uang hasil penjulan bahan bakar di SPBU Batu Ceper, Tangerang, Minggu 18 Desember 2011.

"Kemudian, tanggal 19 Desember 2011, para tersangka mendatangi SPBU menggunakan tiga sepeda motor (berboncengan). Pada saat melihat korban atas nama Salmon Yahospat, keluar dari Kantor SPBU membawa tas punggung hitam berisi uang, para tersangka mengikutinya," jelasnya.

Rikwanto melanjutkan, ketika korban berada di Jalan Benteng Betawi, Poris Gaga Baru, Batu Ceper, Tangerang, para pelaku memepet sepeda motor korban.

"Pelaku langsung mengancam korban dengan senjata api mainan dan merampas tas berisi uang tunai sebesar Rp.341.787.000 dan satu lembar Bilyet Giro senilai Rp340 juta," katanya.

Saat ini, ungkap Rikwanto, penyidik masih mengembangkan apakah para pelaku terlibat kasus pencurian di beberapa tempat kejadian perkara lainnya.

"Sampai saat ini masih dikembangkan untuk TKP-TKP lainya yang pernah mereka lakukan. Kami duga ada beberapa kasus lain yang dilakukan kelompok ini," tandasnya.

Sementara itu, tersangka Herry, menuturkan, setelah melakukan perampokan, mereka berenam berbagi hasil sebesar Rp45 juta. "Uang itu buat biaya berobat sakit lever saya dan makan anak istri," katanya.

Henry pun mengaku merupakan residivis kasus pencurian berlian pada tahun 2010 lalu. "Dulu saya juga pernah dipenjara kasus pencurian berlian, sekarang saya tertangkap lagi. Saya sudah mau tobat, cukup ini yang terakhir," tukasnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.


SUMBER : BERITA SATU

Memeriksa STNK & BPKB

Tips Memeriksa STNK & BPKB ketika anda akan membeli kendaraan bekas

http://1.bp.blogspot.com/_Pkqqh6Ov5Vs/S7Vz6A8JLaI/AAAAAAAAADw/ykw7wG6fuuo/s1600/BPKB.jpg
1. Baca semua informasi yang tertulis di halaman pertama, kedua dan ketiga BPKB. Halaman-halaman ini memuat segala sesuatu tentang identitas mobil tersebut. Perhatikan No BPKB dan No registrasi POLDA.

2. Periksa STNK dan Lembar Pajak secara benar. Di
lembar STNK terdapat No. STNK disudut kanan atas, tanggal pengesahan dan pejabat kepolisian yang bertanda tangan. Pastikan No dan tahun pengesahan sama. Lihat lembar pajak secara teliti karena pajak yang telah dibayar akan divalidasi oleh samsat yang terdapat jam, tanggal pembayaran dan jumlah pajak terbayar.

3. Lakukan pengecekan fisik di SAMSAT terdekat sebelum melakukan pembayaran. Lelah sehari tidak mengapa dari pada menyesal kemudian.

4. Periksa Faktur, VIN/NIK dan Form A dari Dirjen Bea dan Cukai. Pastikan NOKA dan NOSIN sama dengan BPKB dan STNK.

5. Perhatikan dengan baik tekstur kertas, warna tulisan, jenis huruf, tanda tangan pejabat dimasing-masing dokumen. Sesuatu yang palsu pasti akan terlihat tidak biasa.

6. Jangan pernah tergiur dengan harga mobil murah. Mintalah Foto Copy semua dokumen dan lakukan pengecekan di POLDA. Foto copy itu juga berguna untuk Anda sebagai spesimen/ sampel yang bisa Anda cocokan dengan dokumen mobil lain yang sejenis.

Di lampu lalu lintas

 http://www.beritajakarta.com/images/foto/lampu_lalulintas_ok.jpg
Sering kita lihat, pengendara motor atau mobil melihat lampu lalu lintas yang diarah lain. Misalkan saat di perempatan, pengendara lihat lampu lalu lintas yang ditujukan pada arah sebelah kanan kit
a sudah berwarna kuning, maka pengendara langsung bersiap menggeber gas. Hal ini sangat berbahaya karena dari arah tersebut bisa saja masih ada kendaraan yang menerobos lampu kuning. Jadi saat kita dihadapkan pada lampu lalu lintas, perhatikan saja lampu yang ada dihadapan kita. Saat sudah menyala hijau baru kita berjalan, tentu saja dengan tetap memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya.

Di dekat mobil
Hati hati jika kita akan melintas di dekat mobil, karena bisa saja penumpang mobil tsb berhenti tiba-tiba dan membuka pintu atau berbelok tiba-tiba. Usahakan saat kita melintas didekat mobil, kita berada pada jangkauan penglihatan kaca spion mobil tsb sehingga pengendara mobil mengetahui keberadaan kita.

Melintas dekat mobil yang berhenti
Saat melintas dekat mobil yang berhenti, kita tidak tahu apa yang ada didepan mobil. Bisa saja ada orang yang akan menyeberang sehingga mobil tsb berhenti. Jadi coba untuk memperlambat kendaraan dan memastikan jalan dalam kondisi aman.

Saat berkendara disamping mobil di sisi dalam tikungan
Ketika mobil berbelok ditikungan, sisi belakang mobil cenderung semakin rapat kesisi dalam karena perbedaan radius putar antara ban depan dan belakang, sehingga tidak aman bagi motor untuk berada disi dalam tikungan saat mobil menikung.

Mendahului mobil yang tidak aman
Mendahului mobil pada posisi yang tidak memungkinkan kita melihat kondisi lalu lintas didepan sangat berbahaya, contohnya:

* Saat berada ditikungan
* Saat di puncak tanjakan
* Dalam terowongan tanpa pembatas jalur
* Dekat persimpangan jalan
* Dalam kompleks perumahan atau dekat sekolah dimana anak-anak banyak bermain


sumber:
Divisi Humas Mabes Polri.

Keselamatan Berlalu Lintas

Written By senkom tangerang on Kamis, 07 Februari 2013 | 00.18


 
 
Jadilah Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

Pelopor dalam kamus bahasa Indonesia adalah yang berjalan terdahulu; perintis jalan; pembuka jalan; pionir;pasukan perintis (yang terdepan); gerak pembaharuan.

Perumpamaan yang mudah, Kalau anda lapar maka anda harus makan. Kalau anda haus maka anda harus minum. Begitu pula kalau ingin selamat maka harus tertib dan disiplin berlalu lintas.

Untuk menjadi Pelopor, tanamkan di hati bahwa saya harus:

1. Disiplin Pribadi/Sadar
2. Mempraktekkan/mengoperasionalkan/mem implementasikan
3. Mengajak/Kepedulian terus-menerus Menjadi motivasi

Semoga slogan "Jadilah Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas dan Budayakan Keselamatan Sebagai Kebutuhan" menjadi barisan kata penuh makna dan kekuatan, sehingga menimbulkan pelopor-pelopor keselamatan dan BANGGA menyebut dirinya: "SAYA PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS".

Prioritas Keselamatan Jalan

Menggunakan sabuk pengaman R4 dan helm standar bagi pengendara sepeda motor dan yang membonceng.
  1.  Menggunakan kaca spion lengkap.
  2.  Lampu kendaraan bermotor lengkap dan berfungsi baik.
  3. Sepeda motor menyalakan lampu di siang hari.
  4. Patuhi batas kecepatan (dalam kota 50km/jam, luar kota 80km/jam, pemukiman (keramaian)25km/jam.dan jalan bebas hambatan 100km/jam).
  5. Kurangi kecepatan pada saat mendekati persimpangan.
  6. Sepeda motor, kendaraan berat, dan kendaraan lambat menggunakan jalur kiri.
  7. Patuhi dan disiplin terhadap ketentuan dan tata cara berlalu lintas saat memasuki jalan utama, mendahului, membelok/memutar arah, penggunaan lampu sign.
  8. Patuhi rambu-rambu, marka jalan, dan peraturan lalu lintas.

Buruh Kota Tangerang Demo

Written By senkom tangerang on Rabu, 06 Februari 2013 | 18.00


Kamis (7/2/2013) Buruh yang tergabung dalam Komite Aksi Buruh Tangerang Bergerak alias ‘Kabut Bergerak’ akan kembali melakukan aksi demo berupa  sosialisasi UMK 2013 dan UMS 2013.
 

Aksi akan digelar dengan melibatkan sekitar 300 buruh dengan lokasi demo melintasi pertigaan Sabar Subur Jatiuwung, Pasar Baru, Galeong Kawasan Industri Manis,  Jatake , Gajah Tunggal, Telesonik dan Dumpit di Kota Tangerang.
 
“Kami akan melakukan aksi lagi dengan melakukan konvoi keliling Kawasan Industri membagikan brosur selebaran dan orasi,” ujar Poniman penanggung jawab aksi tersebut

Adapun tuntutannya, yakni buruh meminta politik upah murah, menolak penangguhan kenaikan UMK/UMS 2013 dan meminta segera diberlakukan UMK/UMS 2013 sesuai dengan keputusan Gubernur Banten. “Itu lah tuntutan kami,”

Call Center 110 polri

 
Layanan ini gratis dan bisa diakses dari segala nomor telepon baik fixed phone dan celular phone.
Polri berobsesi untuk melayani masyarakat dengan all out. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah meluncurkan call center 110 yang selama ini mati suri. Layanan ini akan beroperasi selama 7/24 jam.

Peluncuran call center ini dilakukan disela-sela Rapim Polri di STIK, Jakarta oleh Wakapolri Komjen Nanan Soekarna didampingi sejumlah pejabat utama Polri dan pimpinan Telkom.


"Kita selama ini memang kesulitan karena layanan 112 dan 110 kita (yang mati suri). Kini kita bekerjasama dengan Telkom mencoba untuk memaksimalkan sarana yang ada dengan menghidupkan kembali  call center Polri, khususnya di 110," kata Nanan disela-sela peluncuran.


Lebih lanjut Nanan mengatakan, layanan ini gratis dan bisa diakses dari segala nomor telepon baik fixed phone dan celular phone.


"Masyarakat gratis dan tinggal Polri duduk bersama Telkom untuk membicarakan (biaya yang muncul). Inikan juga untuk negara. Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sesusai harapan. Layanan ini bisa dibuat emergeny call segala hal yang perlu dilaporkan ke polisi," beber Nanan.


Mekanismenya adalah setiap penelepon yang menekan nomor 110 dari seluruh Indoneisa akan otomatis tersambung dengan  call center yang berada di Gedung City Walk, Jakarta Pusat. Ada 100 orang operator sipil yang standby di sana yang bekerja secara bergantian.


Dari sini, setiap identitas penelepon yang masuk akan dicatat secara detil termasuk keluhannya. Lalu laporan itu diteruskan ke Polres yang berada di sekitar lokasi kejadian, untuk kemudian Polres yang melanjutkan ke Polsek-Polsek. Call center ini juga akan terus memantau penyelesaian laporan masyarakat itu.


"Tolong jangan dibuat main-main. Semuanya akan terdata dan kita bisa lacak. Layanan ini punya publik maka harus dijaga. Akan kita proses (bagi yang main-main)," tegas Nanan.


Tapi apakah ada jaminan laporan ke nomor 110 akan cepat ditindaklanjuti mengingat luasnya wilayah Indonesia? Nanan menjawab,"Untuk itu kita siapkan. Tanggungjawab ada di Kapolda dan Kapolres. Kalau tidak memberikan layanan  akan kita ganti (pejabatnya), akan kita tegur."


Dengan adanya mekanisme pengaduan yang jelas alurnya ini, Nanan menambahkan, maka jika ada pembiaran dan pengabaian laporan masyarakat oleh petugas di lapangan, maka akan semakin jelas siapa yang harus bertanggungjawab.


"Jadi akan keliatan, apakah kepala atau anak buahnya yang tanggungjawab," tegasnya dan menambahkan jika sarana ini juga pararel dengan upaya Polri untuk menempatkan program satu polisi di setiap  78 ribu desa.

Satu Desa Satu Polisi


Rapim Polri: ‘Satu Desa Satu Polisi’ Diupayakan Cegah Konflik.

Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komisaris Jenderal Oegroseno ingin mengaktifkan kembali program Satu Desa Satu Polisi. Program tersebut, menurut Oegroseno, ialah untuk mencegah terjadinya konflik di suatu wilayah.

"Saya menginginkan tidak ada konflik, tapi optimalisasi saya maksimalkan. Saya harus isi satu desa, satu polisi. Tahun 2013 ini harus terisi," ujar Oegroseno seusai penutupan rapat pimpinan Polri di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian.

Selain itu, pendekatan pada masyarakat sebagai upaya preventif juga dilakukan. Oegroseno mencatat, Indonesia memiliki 76.000 desa sehingga ada 76.000 polisi yang diturunkan dan dapat siaga 24 jam.


Satu kepolisian yang akan ditempatkan di wilayah tersebut diharapkan dapat mendeteksi lebih awal ancaman terjadi konflik. Ancaman itu pun segera diatasi hingga tidak terjadi konflik horizontal yang kerap terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Para aparat kepolisian itu pun akan diberi pelatihan lebih dahulu.


"Sekarang strategi kita ciptakan supaya tidak ada konflik. Kita lihat selama ini yang terjadi kan konflik duluan, baru aparat datang. Kita harapkan sejak awal, sejak kedengaran ada ancaman di dearah, polisi sudah mulai menangani," terangnya.


Untuk diketahui, program ini telah ada sejak beberapa tahun sebelumnya. Namun, Satu Polisi Satu Desa ini tidak berjalan dengan baik. Konflik antarwarga pun terjadi dalam beberapa tahun belakangan. Konflik pada umumnya dipicu kesalahpahaman antarwarga dan memakan korban jiwa.

Kombes Pol Wahyu Widada

http://tangerangnews.com//upload/photo/2012/05/22/7e7d12793370df8248fa4c818aef8fa3300X225.JPG
 
Mungkin hanya sedikit yang mengetahui kalau sosok pria yang yang kini menjabat sebagai Kapolres Metro Tangerang ini bercita-cita menjadi jurnalis.  Ya, pria yang membuat gebrakan dengan melakukan ‘razia’ polisi gendut hingga akhirnya diikuti oleh polres lain, bahkan Pemkot Tangerang itu ternyata sejak kecil ingin menjadi jurnalis.

“Karena sejak kecil saya bercita-cita menjadi wartawan, eh malah jadi polisi, “ kata Wahyu Widada yang juga mantan Kapolres Pekalongan pada 2009 silam.
Meski gagal menjadi wartawan yang bekerja di bawah perusahaan pers,  Wahyu tidak menyerah begitu saja. Dirinya pun menyalurkannya dengan menulis buku sepanjang dirinya bertugas di Tangerang. “Ini jadi pelampiasan saya, jadi nanti kapolres yang menggantikan saya di sini sudah enak. Semua data soal berapa jumlah titik kemacetan, daerah mana yang rawan dan sejarah sedikit soal Tangerang saya tuangkan. Hanya belum boleh saya perlihatkan, karena masih dalam penyusunan,”

sumber : http://tangerangnews.com

Warga Blokir Jalur Tangerang-Serang

 http://tangerangnews.com//upload/photo/2013/01/07/4940657c8ed4efeeb9af4ea221b46919300X225.jpg
 Demonstran yang merupakan warga dari Desa Cikande, Desa Jayanti, Desa Sumur Bandung dan Desa Gembong, bersama LSM Geram Banten dan LSM Mapan serta pengemudi angkutan umum Balaraja-Cikande-Serang menggelar aksi dengan memblokir jalan, Selasa (5/2). Selain memblokir, mereka juga menanam lubang-lubang di badan jalan dengan pohon pisang. Aksi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.25 WIB ini membuat arus lalu lintas dari arah Tangerang ke Serang-Merak terhenti. Sedangkan arah dari Serang-Merak macet parah.
“Kerusakan jalan nasional dari Kecamatan Balaraja sampai Jayanti panjangnya 12 kilometer. Seperti terjadi di sepanjang ruas jalan Raya Serang KM 31-35 di Cikande sampai dengan Balaraja yang sangat memprihatinkan. Jalan yang sudah rusak berat terkesan dibiarkan oleh dinas dan instansi terkait,” kata Alamsyah, Ketua LSM Geram Banten kepada Satelit News di lokasi pemblokiran.

Menurut dia, kerusakan jalan ini disebabkan kurangnya pengawasan dalam setiap pelaksanaan kegiatan pembangunan oleh pemerintah terkait. Padahal, dari setiap kegiatan pembangunan diantaranya pembangunan infrastruktur menggunakan anggaran APBN dan APBD kabupaten/kota maupun provinsi. “Sudah banyak korban jiwa akibat jalan rusak ini. Kondisi ini juga sangat mengganggu aktifitas warga yang berdampak pada lumpuhnya perekonomian,” tandasnya.
Salah satu warga Desa Gembong, Sudrajat mengeluhkan perbaikan jalan di lokasi tersebut terkesan formalitas. “Perbaikan dan pemeliharaan memang ada, tapi sangat kurang. Bahkan perbaikan hanya menjelang lebaran atau tahun baru saja,” tukasnya.
Terkait arus lalu lintas yang macet total akibat pemblokiran ini, Wakasat Lantas Polres Kota Tangerang, AKP Darto mengatakan, pihaknya menerjunkan puluhan personil gabungan dari Polres Kota Tangerang dibantu Polsek Balaraja, Cisoka dan lainnya. “Kemacetan cukup panjang, namun tidak berlangsung lama dan bisa kami urai

sumber : http://satelitnews.co.id

Kepala Desa di Kresek Ditangkap

ilustrasi
Kepala Desa Koper, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, ini tidak patut ditiru! Sukeni ditangkap aparat Polresta Tangerang ditangkap karena terbuk¬ti melakukan penggelapan satu unit mobil Toyota Avanza milik Ahmad Dedi (29), keponakannya sendiri. Selain itu, tersangka juga diadukan istri mudanya terkait kasus kekeras¬an dalam rumah tangga (KDRT).
Sukeni ditangkap pada hari Rabu (30/1) lalu di Kantor Kecamatan Kre¬sek, sesaat setelah mengikuti rapat dengan beberapa kepala desa lainnya. “Terpaksa dijemput karena setelah diadakan pemanggilan dua kali, yang bersangkutan tidak pernah hadir,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang Komisaris Shinto Silitonga, Jumat (1/2).
Penggelapan mobil yang dilaku¬kan Sukeni ini berawal saat Ahmad Dedi meminjamkan mobilnya pada Sukeni tanggal 5 Januari 2012. Sukeni berdalih hendak mengguna¬kan mobil tersebut untuk menjemput orangtuanya. Sukeni juga sempat memberikan uang kepada Ah¬mad sebesar Rp 250.000. Ketika mobil tersebut tidak juga kembali, Ahmad beberapa kali mendatangi kediaman Sukeni.
“Tapi Sukeni tidak pernah mun¬cul, dan pelapor hanya bertemu dengan istri Sukeni. Sang istri beralasan bahwa mobil tersebut dibawa ke Jakarta,” kata Shinto.
Tak puas dengan penjelasan terse¬but, Ahmad pun melaporkan keja¬dian ini ke Polresta Tangerang. Na¬mun, penyidik tidak bisa langsung memanggil Sukeni untuk dimintai keterangannya. “Sehubungan dengan posisi dia sebagai kepala desa, peny¬idik harus terlebih dulu meminta izin dari bupati. Izinnya sendiri keluar 19 Oktober 2012,” kata Shinto.
Pemanggilan pertama dan kedua terhadap Sukeni masing-masing dilayangkan pada tanggal 23 Ok¬tober 2012 dan 1 November 2012. Kedua panggilan tersebut tak ditu¬ruti oleh Sukeni hingga berujung pada penjemputan paksa Rabu sil¬am. Saat Sukeni diperiksa, ternya¬ta diketahui bahwa mobil milik Ahmad tersebut telah digadaikan ke seorang penadah berinisial MN (40) yang berdomisili di Bogor.
“Mobil tersebut digadaikan pada Juli 2012 sebesar Rp 50 juta tanpa izin dari Ahmad. Uangnya dinikma¬ti oleh Sukeni untuk kepentingan pribadinya,” kata Shinto.
Atas perbuatannya tersebut, Sukeni kini ditahan di Polresta Tangerang. Ia terancam jerat Pasal 372 KUHP mengenai Penipuan dan Pasal 378 KUHP mengenai Penggelapan dengan ancaman penjara selama 4 tahun.
Kepada penyidik, Ahmad Dedi mengaku sudah tidak bisa menah¬an kesabaran atas sikap pamannya itu. “Kami sudah cukup sabar den¬gan perlakuan Sukeni. Seharus¬nya sebagai seorang kepala desa, dia dapat memberi contoh yang baik. Selama delapan bulan mobil saya dipinjam, tidak dikembalikan juga,” kata Ahmad Dedi. Aniaya Istri Muda
Selain melakukan tindak pengge¬lapan, Sukeni juga ternyata dilapor¬kan ke Polsektro Kopo, Purwakarta, Jawa Barat akibat kasus penga¬niayaan. Ia dilaporkan oleh istri sir¬inya yang bernama Eva, seorang biduanita. Laporan penganiayaan tersebut masuk ke Polsektro Kopo tanggal 26 Januari 2013 silam.
“Penyidik Polsektro Kopo su¬dah berkoordinasi dengan Polresta Tangerang untuk melakukan pemer¬iksaan terhadap Sukeni,” kata Shinto.
Shinto mengungkapkan, dari informasi yang diperoleh dari Pol¬sek Kopo, Sukeni dilaporkan istri sirinya atas dugaan penganiaan pada tanggal 26 Januari 2013 lalu. Tidak disebutkan secara rinci penganiayaan seperti apa yang di¬maksud. “Itu lebih jelasnya harus ditanyakan ke Polsek Kopo,” ujar Shinto.
Namun Shinto memastikan, perkara yang dilaporkan wanita yang berprofesi sebagai biduanita itu sedang diproses aparat Polsek Kopo. Status Sukeni sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka da¬lam kasus penganiayaan itu.
Ditambahkan Shinto, peny¬idik Polsek Kopo saat ini telah berkoordinasi dengan penyidik Polresta Tangerang untuk memer¬iksan Sukeni sebagai tersangka. “Kemarin penyidik dari Polsek Kopo datang ke Polres, tetapi be¬lum mau mem-BAP-nya sebagai tersangka karena belum mendapat izin dari bupati,” jelas Shinto.
Sukeni saat ini meringkuk di Mapolresta Tangerang karena per¬buatannya menggelapkan mobil milik Ahmad Dedi (29), yang tidak lain adalah keponakan tersangka. Dengan alasan pinjam mobil kor¬ban untuk menjemput orangtua, Sukeni rupanya menggadaikan mobil tersebut ke seseorang beri¬nisial MN, seharga Rp 50 juta.
Uang hasil gadaian mobil itu, ia nikmati seorang diri dan tindakannya itu pun tidak diketahui korban. Polisi masih memperdalam motif Sukeni menggadaikan mobil korban. Didu¬ga, Sukeni menggadaikan mobil kor¬ban karena keperluan hidupnya yang punya istri simpanan. “Mungkin kar¬ena punya WIL (wanita idaman lain), jadinya biaya hidup lebih tinggi,” 

sumber: http://satelitnews.co.id

Banjir jakartaTH 2013



ANGGOTA SENKOM BERGABUNG DENGAN BNPB MEMBANTU KORBAN BANJIR DI OTISTA JAKARTA TIMUR
Lonjakan pengungsi korban banjir terjadi sejak hari Sabtu (19/1/2013), sehingga mencapai 50.000 jiwa di seluruh titik banjir di Jakarta. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Banjir (BNPB) Syamsul Maarif saat memberikan laporan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu (20/1/2013) di Gor Otista yang menjadi salah satu tempat pengungsian di Jakarta Timur.
"Lonjakan pengungsi terjadi sejak kemarin. Sejak Jumat lalu pengungsi mencapai 19.000 jiwa, dan sejak Sabtu kemarin pengungsi mencapai 50.000 jiwa di seluruh titik banjir di Jakarta," kata Syamsul di Gor Otista, Minggu (20/1/2013).
Selain itu Syamsul juga memaparkan, jumlah korban jiwa yang meninggal akibat banjir yang melanda Jakarta sejak lima hari lalu berjumlah 19 orang. Penyebab meninggalnya 19 orang itu diantara lain karena sakit, hanyut, tersengat listrik, jatuh dan tenggelam.
Jumlah korban banjir tersebut lebih banyak daripada tahun 2007 lalu yang mencapai 8 orang korban yang meninggal dunia. Hingga saat ini terdapat 121 titik pengungsian di seluruh Jakarta, dan banyak diantara pengungsi membutuhkan bantuan makanan, obat-obatan, pakaian, dan fasilitas MCK

SUMBER : KOMPAS.COM

selamat jalan sang jendral

Brigjen (Purn) Drs.H.Tukiman

Mars by GIYANTO JAYA

MOU dengan Polda Banten

 Penandatanganan nota dilakukan di Di Gedung Penjamuan Tamu, Polda Banten Hari Rabu, 26 September 2012.
Secara umum, isi nota kese­pa­katan tersebut di antaranya ten­tang pe­ningkatan kerja sama dan koor­dinasi yang baik antara Senkom mitra Polri Provinsi Banten  dan Polda Banten sesuai dengan tu­gas dan fungsi masing-masing. Ter­uta­ma dalam upaya menjaga kam­tibmas serta penegakan hu­kum. Dalam kesepakatan tersebut di­tegaskan, secara teknis akan di­bentuk tim dari kedua belah pi­­hak untuk melaksanakan tugas dan fungsinya .
foto yang lain klik disini


kunjungan Ketum dan Sekjen Senkom

Written By senkom tangerang on Selasa, 05 Februari 2013 | 19.10

Photobucket

Dalam rangka giat Pospam mudik lebaran  ketua umum senkom mitra polri H.MUHAMMAD SIROT SH dan Sekjen Arif Nurokhim..SH  berkunjung di Pospam mudik lebaran, Mengecek kegiatan Senkom Kab Tangerang dalam acara tersebut Ketum memberikan Arahan dan Petunjuk agar tetap mengerjakna  Tugas dengan  sebaik baiknya sampai usai kegiatan dan membantu Jajaran kepolisian mengatur Lalu lintas dan keamanan pemudik

foto lain klik disini

Pospam cek poin





Kunjungan Kapolres tangerang kota Kombes Pol Drs. Bambang Priyo Andogo di Pospam chek point Kawidaran balaraja,untuk memantau arus lalu lintas mudik jalur alternatif dari Jakarta menuju Merak melalui jalan non tol serta arus balik pasca libur Lebaran, Polresta Tangerag membuat 6 pospam mulai dari jalur Jalan Gatot Subroto, Bitung, Balaraja dan Cikupa.

Selain itu juga membuat satu pos check point di depat pintu masuk Tol Balaraja Timur, tepatnya di Jalan Raya Serang KM9 Kawidaran, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Check point berfungsi untuk memantau masyarakat yang mudik menggunakan sepeda motor menuju ke Pelabuhan Merak

Pospam senkom tangerang


Mudik adalah kegiatan rutin tahunan yang ‘wajib’ bagi seorang perantau .Ternyata setiap tahun sepanjang masa kegiatan pulang kampung masih tetap sama terlihat, membludak. Entah kenapa rasanya perantau itu kurang afdhol tanpa mudik saat hari raya. Dan itupun khusus hari raya Idul Fitri. Pantas saja, kemacetan tak dapat terhindari
kami Senkom mitra polri Kabupaten  Tangerang membuat posko mudik lebaran di kawidaran cikupa tangerang berjejeran dengan Pospam Mudik Milik Polres Kab Tangerang Sementara itu,  untuk pengamanan sendiri, pihaknya juga bekerja sama dengan Brimob, Koramil, Puskesmas,  Satpol PP, Senkom Mitra Polri , dan PMI Jakarta Selatan, yang  siap membantu pengamanan mudik 2012.

Photobucket
Dalam unsur Senkom sebagai Mitra Polri dalam penegakan hukum dan keamanan serta ketertiban masyarakat (Gakkum Kamtibmas), antara lain terdiri dari tim IT untuk mengolah informasi berbagai situasi lalu lintas di berbagai daerah  yang ditempatkan di posko-posko bersama pihak terkait seperti Kementerian Perhubungan, Kominfo dan Polri.
klik disini  foto selanjutnya

Pospam lebaran 2012

Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan secara resmi membuka pos koordinasi angkutan Lebaran terpadu menjelang musim mudik Lebaran 2012. Pembukaan posko mudik ini dilakukan Menhub usai menyelenggarakan apel siaga angkutan Lebaran tadi pagi.

"Keberadaan posko ini tujuannya untuk melaksanakan pemantauan dan pengendalian lalu lintas selama angkutan Lebaran terpadu, dan memantapkan koordinasi antar petugas instansi terkait," kata Mangindaan usai membuka Posko Mudik Nasional 2012 di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (10/8/2012).

http://sphotos-b.xx.fbcdn.net/hphotos-ash3/c0.0.403.403/p403x403/574644_10151188147302214_1236337164_n.jpg

Mangindaan mengatakan, posko tersebut juga menjadi sarana koordinasi antarinstansi di luar pemerintah dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran. Dalam apel siaga ini, Kemenhub mengajak Kepolisian, Kemenkominfo, Dinas Perhubungan, BMKG, Basarnas, KNKT, PT Jasa Marga, Jasa Raharja,SENKOM MITRA POLRI, RAPI, ORARI, serta BUMN di lingkungan Perhubungan.
Keberadaan posko yang dibuka 24 jam ini, akan dibuka mulai H-9 (hari ini) hingga H+7 (26 Agustus 2012) Lebaran.

Posko tersebut akan menyediakan informasi seperti data pergerakan berbagai moda transportasi, penumpang, serta kecelakaan.

Dalam posko itu juga akan ditempatkan monitor-monitor yang terhubung dengan CCTV di jalur-jalur mudik untuk memantau kondisi di ruas-ruas jalan, terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan, dan bandara.

Mangindaan berharap, posko itu bisa mengurai titik kemacetan lalu-lintas pada saat mudik Lebaran, karena petugas yang berjaga di posko dapat memantau kondisi lalu lintas di berbagai jalur mudik, dan memberikan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Adanya posko ini diharapkan penyelenggara mudik dapat terlaksana dengan tertib, aman, lancar, dan selamat," tandasnya.

sumber:sindonews

Hut Polri ke 66

Tema peringatan Bhayangkara "Pelayanan Prima, Anti KKN, Anti Kekerasan, Memantapkan Kamdagri dan Supremasi Hukum

Pada Hari Minggu tanggal 01 Juli 2012, dari jam 07.00 s/d 08.00 wib, bertempat di halaman Mapolres Tiga Raksa Tangerang , telah berlangsung upacara Peringatan ke 66 Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkaran tahun 2012, Kapolres mengucapkan :
Terima kasih kepada para tamu undangan yang telah menyempatkan waktunya menghadiri undangan kami, 66 tahun pengabdian diri kami terhadap masyarakat, Bangsa dan negara, merupakan tekad dan semangat kami untuk terus melakukan reformasi guna mewujudkan program Polri kedepan agar lebih berhasil dan berdaya guna.
Kami tidak akan dapat berbuat apa-apa tanpa peran serta kita semua, bukan kami tidak mampu, namun mari kita saling bersinergi satu sama lain untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Kab Tangerang. FOTO YANG LAIN KLIK DISINI

Munas Senkom ke 2



SELAMAT & SUKSES 
atas terlaksananya Munas II Senkom Mitra Polri, yang diselenggarakan pada tanggal 6 - 7 Juni 2012, dan bertempat di Gedung Pertemuan Masjid At - Tien, TMII Jakarta.


Dengan Tema " Aktualisasi Nilai - nilai Senkom Dalam Menjaga Keamanan dan Ketertiban Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Menuju Indonesia Yang Bermartabat "


Dari Gedung Pertemuan Masjid At-Tien Jakarta Timur, Panitia Musyawarah Nasional II Senkom Mitra Polri melaporkan bahwa Munas II Senkom Mitra Polri tercatat 1100 orang dalam daftar hadir peserta Munas Senkom yang dilaksanakan mulai 6-7 Juni 2012 di Gedung Pertemuan Masjid AT-Tin TMII Jakarta Timur yang terdiri dari 32 perwakilan Provinsi dan 485 kabupaten/kota dari seluruh Indonesia.
Munas Senkom secara resmi dibuka oleh Kapolri yang diwakili oleh Wakabaharkam Irjen Pol Drs. H. Johny Wainal Usman, MM. Dalam kesempatan itu Wakabaharkam menyambut Senkom Mitra Polri dengan mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan Munas Senkom Mitra Polri 2012.

Munas Senkom Mitra Polri dihadiri oleh menteri kehutanan, menteri sosial, Mendagri, Kepala BNPB, Gubernur DKI, Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya, KNPI, ketua SAR, Sampoerna dan ormas lain.

Kami Banten 03.03 GIYANTO JAYA mewakili wilayah hukum Kabupaten Tangerang dalam acara munas 2 Senkom





Agenda utama Munas II Senkom Mitra Polri pada 6-7 Juni 2012 sendiri adalah memilih ketua umum untuk memimpin Senkom Mitra Polri Periode 2012 - 2017 serta penyempurnaan AD/ART. Foto yang lain
KLIK DISINI

LOGIN


 Lupa Password
 

RAKERNAS


 photo reklame_zps052670d1.jpg

Arsip Blog

ALIH BAHASA

IKUTI LEWAT Email

 
Web ini di kelola oleh Senkom Kabupaten Tangerang
Copyright © 2013. senkom tangerang - All Rights Reserved
Created and Published by : GIYANTO JAYA MULTIMEDIA